1.090 Siswa SMA di Kota Mojokerto Rekam e-KTP

1.090 Siswa SMA di Kota Mojokerto Rekam e-KTP

527
0
BAGIKAN

KABAR MOJOKERTO – Sejumlah 1.090 anak siswa SMA/SMK di Kota Mojokerto yang akan memasuki batas usia wajib KTP pada tanggal 31 Desember 2015 menjalani rekam data KTP elektronik (e-KTP) lebih awal.

“Rekam data tersebut lebih awal bagi para siswa SMA sederajat ini agar memberikan kemudahan di kemudian hari bagi siswa yang akan memasuki usia 17 tahun pada akhir tahun,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto.

Dipaparkan juga, secara bergelombang, selama 9 hari, mulai pada tanggal 25 Nopember 2015 sampai dengan 3 Desember 2015, setiap para siswa dari 19 sekolah negeri dan swasta ini akan menjalani tahapan rekam, dari perekaman data diri tersebut, foto di bagian retina, di bagian iris mata, dan proses sidik jari. Jam rekam KTP mulai dari pukul 13:00 WIB sampai dengan pukul 16:00 WIB.

Setiap hari rata-rata yang ikut menjalani rekam data sebanyak sekitar 120 siswa. Kendati yang direkam tersebut adalah penduduk yang belum wajib KTP, namun e-KTP fisik baru akan diberikan saat usia siswa tersebut sudah menginjak 17 tahun atau sudah menikah.

“hal tersebut sesuai dengan regulasi nasional yang menyatakan bahwa, pada tahun 2016, seluruh penduduk wajib KTP sudah memegang e-KTP,” imbuh Yasak.

Dari jadwal rekam data yang sudah terjadwal, yang paling awal dari siswa SMAN 1kota Mojokerto. Sebanyak 165 siswa sekolah tersebut menjalani rekam data. Sementara SMKN 1 kota Mojokerto tercatat paling banyak mengirimkan siswanya untuk mengikuti rekam data, yakni berjumlah 240 siswa. Sekolah yang paling sedikit mengirimkan para siswanya untuk rekam data yakni SMA Muhammadiyah. Sekolah berbasis Islam tersebut hanya mengirim 3 siswa, disusul dengan SMA Mayjen Sungkono yang hanya mengirimkan 4 siswanya saja. Ia berharap, perekaman data siswa tersebut dapat mengoptimalkan penerapan e-KTP yang menerapkan satu nomor induk kependudukan yang berlaku secara nasional. Ia juga mengatakan, kepada setiap siswa yang telah direkam datanya, tidak perlu lagi merekam ulang saat hendak membuat e-KTP nantinya. “para siswa cukup mengajukan permohonan pembuatan e-KTP karena data mereka sudah tersimpan dalam data base,” tutupnya.

Baca Juga :  Dijuluki sebagai Wali Kota termiskin

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR