NEWS

100kg Bahan Petasan Berdaya Ledak Tinggi Disita Polres Mojokerto

Kabar Mojokerto – Aparat Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Mojokerto telah menyita 100 kg sebuk bahan peledak untuk petasan dari tiga rumah yang dijadikan rumah produksi dan distribusi petasan berdaya ledak tinggi. Boro Windu Danandito Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Ajun Komisaris Besar, mengemukakan bahwa penyitaan bahan peledak petasn itu bermula saat petugas mengamankan pemuda yang menyulut petasan di Kecamatan Pacet, Mojokerto. Sesudah diintrogasi, pemuda itu membeli petasan tersebut dari seseorang di Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging, Mojokerto.

Polisi mengamankan tiga pelaku masyarakat Kecamatan Pungging, Mojokerto, diantaranya ialah Kasiani umur 60 tahun penduduk Dususn Jatilangkung, Sodikin umur 56 tahun dari Dusun Katangwunut Desa Mojorejo dan Mohammad Saiful umur 40 tahun penduduk Dusun Kemuning. Sodikin dan Saiful berperan sebagai pembuat sedangkan Kasiani yang merupakan penampung atau bakul petasan.

Dari penggeledahan tiga rumah pelaku, Petugas menemukan dua karung bubuk belerang kemasan 25kg, 2 karung bubuk potasium 25kg dan 2 kantong plastik bubuk peledak 50kg. Terkecuali 100kg serbuk bahan peledak, Petugas menyita beberapa ratusan selongsong petasan, satu kardus kertas untuk bahan selongsong petasan, sarana pemotong kertas, 1 kardus kertas untuk sumbu petasan dan 2 media tumbuk tradisional. “Petasan ini biasanya dibuat sewaktu bulan Ramadan hingga menjelang lebaran dan dipasarkan sesuai pesanan masyarakat,” kata Boro.

Hasil penyelidikan polisi, peredaran petasan produksi industri rumahan ini sementara masih tetap dipasarkan di Mojokerto. Polisi tetap melacak asal bahan kimia untuk peledak yang diperoleh para pelaku. Ke-3 pelaku tersebut dijerat dengan Undang РUndang Darurat Republik Indonesia Nomer 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara diatas 5 tahun. (will)

Comments

comments

Tags

Related Articles