Bantengan salah satu kesenian Khas Kabupaten Mojokerto

Bantengan salah satu kesenian Khas Kabupaten Mojokerto

1553
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto | Kesenian Bantengan adalah seni tradisional rakyat di Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya seni bantengan berkembang menjadi sebuah satu seni tradisi yang dikembangkan secara turun temurun oleh masyarakat mojokerto. Kesenian Bantengan sekarang sedikit demi sedikit mengalami perkembangan di wilayah Kabupaten Mojokerto, khususnya Pacet. karena kesenian ini diyakini sebagai daerah tempat lahir seni bantengan. Namun, tak hanya di Pacet saja, di Trawas juga banyak terdapat kelompok kesenian bantengan, maupun di daerah lain diluar mojokerto juga ada tapi dengan ciri khas sesuai daerah masing-masing.

abi-mojo-banteng

Guna untuk melestarikan kesenian Bantengan, Pemerintah khususnya Daerah Kabupaten Mojokerto setiap tahun menggelar sebuah festival seni Bantengan. Rata-rata diikuti sekitar 60 kelompok/grup kesenian bantengan yang berasal dari wilayah Kabupaten Mojokerto. Dalam acara ini banyak hadiah yang disediakan panitia termasuk hadiah utama berupa sebuah piala bergilir Bupati Mojokerto. Tentu acara ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi para wisatawan pemburu acara seni dan budaya. Bagi pecinta dunia fotografi juga layak menjadikan acara ini sebagai ‘acara wajib’ untuk berburu foto atraktif dan estetik dari para pemain bantengan.

Hal ini bisa membuktikan bahwa kesenian Bantengan terus tumbuh menjadi seni tradisional asli Indonesia yang layak mendapat apresiasi oleh masyarakat dan perhatian pemerintah. Kemajuan dan perkembangan kesenian bantengan ini tidak bisa lepas dari peran serta masyarakat yang selalu mendukung ksenian Bantengan. Pemerintah Mojokerto sebagai fasilitator tentunya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk menunjangya kelestarian budaya ini. Makin banyak berkembangnya jumlah kelompok – kelompok seni Bantengan di Kabupaten Mojokerto tentu diharapkan ke depannya mampu menjadi ikon wisata kreatif dan wisata seni budaya Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Ujung, Kesenian Tarung Asal Mojokerto

banteng1

Untuk mengetahui asal-usul kesenian bantengan ini, berikut kisah awal yang menyertai kelahirannya. Kesenian rakyat bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang merupakan dahulunya desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut dulu banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya ialah banteng yang saat ini sudah dapat dikatakan punah di daerah tersebut.
Pada saat itu, ada seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka banteng yang masih lengkap. Kerangka banteng itu dengan susah payah dibawa pulang dan dibersihkan. Kemudian ditempatkan di salah satu tempat di rumahnya. Kejadian tersebut berhasil menginspirasi Paimin untuk mengenang satwa banteng iru.
Maka dibuatlah sebuah rekayasa aksi dengan sebuah atraksi. Atraksi yang disebut dengan Bantengan itu dimainkan oleh dua orang. Satu orang di bagian depan memainkan kepala banteng dan sekaligus sebagai kaki depan. Sementara satu orang di belakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang banteng. Atraksi gerakannya tersebut menggambarkan sebuah gerakan dan perilaku banteng sewaktu sedang berkelahi atau saat marah.

media-1398069927

Untuk menyemarakkan atraksi bantengan itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor sebagai pengiring. Dalam atraksi itu ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dan burung. Atraksi yang hampir mirip kesenian khas Ponorogo, Reog. Tahun-tahun terakhir, Bantengan mulai dikembangkan dengan kolaborasi kesenian pencak silat dan barongsai agar tetap menarik dan tentunya melestarikan budaya agar di cintai dan dinikmati oleh semua kalangan.

Incoming search terms:

  • bantengan mojokerto
  • kesenian bantengan mojokerto
  • kesenian bantengan pacet mojokerto
  • video bantengan mojokerto
  • seni bantegan
  • kesenian khas mojokerto
  • kesenian di mojokerto
  • kesenian dari mojokerto
  • kesenian bantengan pacet
  • info bantengan di mojokerto

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR