Bincang-Bincang Pancasila dengan Peserta Peringatan Hari Lahir Pancasila asal Mojokerto

Bincang-Bincang Pancasila dengan Peserta Peringatan Hari Lahir Pancasila asal Mojokerto

646
0
BAGIKAN
Santi Dwi Pambekti saat sedang berada di depan Gedung DPR/MPR RI. Foto : Santi Dwi Pambekti

Kabar Mojokerto – Mulai tahun ini, Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila. Namun seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini banyak sekali kejadian-kejadian yang sudah melenceng dengan kaidah kehidupan berpancasila. Dalam kesempatan yang cukup istimewa ini  saya berkesempatan untuk wawancara tertulis kepada Santi Dwi Pambekti melalui percakapan via Whatsapp. (2/6/2017)

Santi Dwi Pambekti merupakan salah satu peserta yang mendapatkan undangan untuk mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila asal Mojokerto di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu (1/6/2017).

Terima kasih sudah memberikan waktunya untuk tim kabarmojokerto bisa bertanya ke Santi. Kita langsung ke pertanyaan.

 

Bagaimana ceritanya anda bisa ikut perayaan hari kesaktian pancasila di gedung DPR/MPR Jakarta?

Saya mendapat undangan resmi dari DPN Peradah Indonesia

 

Apa itu DPN Peradah Indonesia? Lalu mengapa anda bisa mendapat undangan khusus tersebut? Yang tentu bukan sembarang orang bisa mendapatkannya

DPN Peradah Indonesia singkatan dari Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia. Karena saya merupakan salah satu pengurus DPK Peradah Mojokerto. DPK sendiri singkatan dari Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten.

 

Oh iya. Lalu anda bertemu siapa saja di sana?

Antara lain bertemu dengan beberapa pejabat-pejabat negara diantaranya Bapak Wakapolri Komjen Syafruddin yang menggantikan Bapak Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berhalangan hadir lalu ada Bapak Jendral TNI Gatot Nurmantyo yang juga memberikan sambutan serta hadir juga pejabat-pejabat yang beragama hindu.

 

Bagaimana alur acaranya disana?

Wah banyak, mulai dari sambutan banyak pejabat negara lalu ada tari-tarian dari sabang sampai merauke lalu juga ada materi tentang wawasan kebangsaan.

 

Bagaimana perasaanmu bisa diundang kesana?

Tentunya senang karena tidak semua orang dapat undangan tersebut, dan melalui kegiatan ini saya punya banyak teman di luar daerah. Kegiatan ini juga yang dapat mengantarkan saya sampai Jakarta sehingga tahu persis gedung MPR/DPR RI.

Baca Juga :  Si Cantik Berlian Melenia Putri Pelajar Mojokerto, Pembawa Baki Upacara Pengibar Bendera di Gedung Grahadi Surabaya

 

Anda sebagai kaum yang “minoritas”, Bagaimana menurut anda kebhinekaan di Mojokerto saat ini?

Selama ini tidak pernah ada masalah. Kami antar umat beragama di Mojokerto tetap rukun dan saling menghormati sesama. Bahkan kami disatukan dengan adanya forum kerukunan antar umat beragama di Mojokerto yang di dalamnya membahas segala perbedaan dalam agama dan mencari solusinya agar kita semua tetap bersatu.

 

Berarti kebhinekaan di Mojokerto sangat terjaga dengan baik ya. Kita tahu Indonesia itu beragam lalu bagaimana anda menyikapi keberagaman tersebut?

Saya menyikapi keragaman tersebut yaitu dengan menunjukkan sikap saling menghormati, menghargai dan bertoleransi antar umat beragama, Tidak membeda-bedakan antara satu sama lain, dan hidup saling berdampingan.

 

Lalu bagaimana penerapan kehidupan berpancasila sampai saat ini menurut anda?

Menurut saya, Masyarakat indonesia sudah menerapkan kehidupan berpancasila namun akhir-akhir ini  disibukkan dengan persoalan intoleran. Mungkin ada beberapa dari kita (individu/antar kelompok) yang masih kurang memaksimal untuk menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini menurut anda?

Seharusnya tiap individu atau antar kelompok harus menekankan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan kesatuan negara bukan kepentingan pribadi atau golongan semata

 

Saya setuju dengan anda. Jadi apa harapan anda di Hari Kesaktian Pancasila ini?

Semoga warga masyarakat Indonesia dari rakyat terkecil sampai golongan terbesar menyadari dan memahami setiap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Karena isi dari pada Pancasila sendiri cukup menjadi alasan kuat bagi kita warga negara Indonesia untuk selalu bersatu demi kesatuan bangsa.

 

Biografi singkat Santi Dwi Pambekti

Nama : Santi Dwi Pambekti

Sekolah : SMAN 1 Mojosari

Tempat dan Tanggal Lahir  : Mojokerto, 19 Desember 1998

Baca Juga :  Pemandian Air Panas Pacet

Alamat : Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto

  • Reporter : Andik Kurniawan
  • Editor : Affan Bahrudin

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR