BerandaKABARKOTA MOJOKERTODijuluki sebagai Wali Kota termiskin

Dijuluki sebagai Wali Kota termiskin

1057
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto | Barangkali Mas’ud Yunus merupakan satu-satunya wali kota di Indonesia yang tidak punya mobil pribadi. Ini sebuah kenyataan. Pria yang dulu mengawali karir sebagai mubalig tersebut memang tidak memiliki koleksi mobil pribadi seperti kepala daerah pada umumnya. Selama hidup, Mas’ud hanya baru sekali punya mobil, yaitu Suzuki Carry Futura. Itu pun beliau punya jauh sebelum menjadi wali kota mojokerto. Mobil tersebut beliau gunakan untuk mendukung aktivitasnya yaitu mubalig. Saat terpilih sebagai wakil wali kota pada tahun 2008, mobil tersebut dijualnya. ”Waktu dulu mobilnya dijual untuk syukuran. Hanya mobil itu yang bisa dijual,” ucap abah Mas’ud sapaan masyarakat kepadanya.

Untuk keperluan atau kegiatan mobilitas sehari-hari, Mas’ud cukup mengandalkan tiga mobil dinas yang dari Pemkot Mojokerto. Dua mobil, Toyota Camry dan Honda CR-V, yang digunakan Mas’ud. Sedangkan mobil Toyota Innova yang digunakan untuk kegiatan istri wali kota. Mas’ud tidak membelikan anak-anaknya mobil.

masud yunus

Mantan ketua GP Ansor Cabang Mojokerto tersebut juga baru sekali melakukan ibadah umrah ke Tanah Suci. Padahal, biasanya para pejabat pemerintahan bisa umrah setiap tahun. Mantan ketua Dewan Pendidikan Kota Mojokerto tersebut baru menunaikan ibadah umrah pada tahun 2014, setelah menggelar acara nikahkan anaknya. ”Saya umrah pakai menggunakan uang sumbangan para tamu undangan acara ngunduh mantu,” kata anak ketujuh di antara 12 bersaudara itu.

Menurut walikota Mas’ud, saat ngunduh mantu, terkumpul uang sumbangan Rp 159 juta. Setelah melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Mas’ud harus mengembalikan ke penyumbang sebesar Rp 2 juta. Kemudian, sekitar Rp 25 juta beliau sumbangkan ke sebuah SMP yang pagarnya roboh. Sisa uangnya beliau gunakan untuk umrah bersama keluarganya.
Mas’ud juga pejabat yang taat tentang aturan. Dia tidak segan-segan memajang daftar laporan harta dan kekayaan di beberapa papan pengumuman yang di kantor wali kota. Tujuannya agar semua orang bisa melihat tentang nilai harta kekayaan Mas’ud sebelum menjabat sekitar Rp 500 juta. Setelah dia menjabat sebagai walikota nilainya malah turun menjadi sekitar Rp 400 jutaan. Itu terjadi karena beliau mewakafkan tanah.

Baca Juga :  Daftar Pememenang Karnaval / Pawai Kendaraan Hias Kota Mojokerto 2017

Meski menjadi wali kota mojokerto, Mas’ud tidak menggunakan jabatannya untuk kepentingan-kepentingan keluarga. Bahkan, salah satu seorang anak Mas’ud sudah tiga kali mengikuti tes CPNS, namun tidak lolos menjadi PNS.

Comments

comments