Dikdasmen Tunjuk Mojokerto Sebagai Piloting Sekolah Model

Dikdasmen Tunjuk Mojokerto Sebagai Piloting Sekolah Model

519
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto – Ketua Unit Kerja Menteri Bagian Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKMP3) Kemdikbud Agnes Tuti Rumiati menyebut Kemdikbud telah menunjuk Kota Mojokerto, Jawa Timur sebagai percontohan (piloting) sekolah model tingkat nasinal yang pertama.

“Penunjukan itu dilakukan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Mengengah (Dikdasmen) Kemdikbud Hamid Muhammad lewat MoU bersama Wali Kota Mojokerto K.H. Masud Yunus di Gedung LPMP Jawa Timur,” jelasnya. Menurut beliau, sekolah model ialah sekolah yang jalankan evaluasi penjaminan kualitas dengan cara tertentu.

Pakar statistik ITS Surabaya itu menuturkan penjaminan kualitas amat ditentukan komitmen kepala daerah dan kepala sekolah sebab penjaminan itu tak bersumber dari sekolah yang baik ataupun yang tidak baik, namun bermula dari evaluasi diri. “Jadi, kepala sekolah mesti melibatkan guru, orang tau, komite sekolah dan pengawas untuk memetakan posisi sekolah bersama ukuran depalan standar nasional pendidikan, yaitu kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, media dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian,” tuturnya.

Menurut Agnes, evaluasi itu tak sama dengan tiap – tiap sekolah sebab kualitas masing – masing sekolah pun berbeda – beda. Tetapi aspek yang terpenting yaitu setiap sekolah jalankan pemetaan terhadap masing – masing standar untuk diukur dengan cara teratur apakah ada pekembangan dari semester ke semester, lalu dicarikan solusi untuk mencapainya. Ditanya alasan penunjukan Kota Mojokerto sebagai Piloting sekolah model yang pertama yang ada di Indonesia, ia mengemukakan bahwa pihaknya telah melaksanakan evaluasi pada sejumlah kabupaten / kota dan hasilnya disimpulkan Kota Mojokerto yang paling memenuhi kriteria.

Di Kota Mojokerto APK (Angka Partisipasi Kasar) atau anak yang sekolah mencapai 100% dari SD sampai SMA/SMK, lalu komitmen Wali Kota Mojokerto yang nyatanya mantan kepala sekolah. Ditanya mengenai komitmen Wali Kota Mojokerto Masud Yunus yang fokus pada sumber daya manusia di dunia pendidikan itu, Kepala Lembaga Pendidikan Kota Mojokerto Subambi Hanto memamparkan, yang pada umumnya guru di Kota Mojokerto dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK telah memiliki kompetensi, termasuk juga tingkat nasional. Bahkan, kompetensi guru di Kota Mojokerto itu nomer 2 setelah Kota Malang secara nasional.

Baca Juga :  Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mengikuti KKN di Mojokerto

Oleh sebab itu, Kota Mojokerto mempunyai cara pendidikan gratis sejak SD sampai SMA/SMK, program KMBP (Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan), program wajib menuntut ilmu 12 tahun sejak 2007, angkutan kota gratis bagi para pelajar, dan bantuan seragam dan masih banyak lagi. Hal itu dibenarkan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Bambang Agus Susetyo menuturkan “Kami bangga dengan penunjukan itu lantaran program pendidikan yang menyeluruh dan partisipatif di Kota Mojokerto dapat menjadi piloting secara nasional”. (will)

Incoming search terms:

  • pengertian sekolah model mojokerto
  • e-modelling agency mojokerto
  • emodel agency Mojokerto

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR