Dinas Kesehatan Jamin Kota Mojokerto Aman Dari Vaksin Palsu

Dinas Kesehatan Jamin Kota Mojokerto Aman Dari Vaksin Palsu

369
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto – Maraknya kasus vaksin palsu akhir – akhir ini membuat Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr. Christiana Indah Wahyu menjamin, Kota Mojokerto bebas dan aman dari vaksin palsu. Sebab distribusi vaksin program Kementerian Kesehatan dipantau dengan cara terang – terangan oleh Dinkes ke rumah sakit negeri ataupun swasta, klinik, bidan ataupun pasyandu mandiri.

Kata Indah, pendistribusian vaksin tersebut datang dari Kementerian Kesehatan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kota Mojokerto mengemukakan jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk Kota Mojokerto. Sesudah diambil, vaksin itu kemudian didistribusikan ke rumah sakit negeri ataupun swasta, klinik, bidan dan posyandu mandiri. Selain itu, Dinkes ada standarisasi daya simpan, seperti suhu ruangan dan vaksin tak boleh lebih dari 3 tahun. Maka setiap 3 tahun sekali Dinkes minta laporannya.

“Dari kemasan dapat dipandang tanggal pembuatannya. Ada dua digit terakhir di kemasan tersebut memaparkan mengenai tahun. Vaksin tidak boleh digunakan jika telah melebihi dari dua tahun, untuk campak yaitu 3 tahun,” ungkapnya.

Seperti yang didapati, Badan Pengawas Obat dan Makanan menyebutkan setidaknya ada 12 vaksin palsu yang telah ditemukan. Vaksin tersebut memiliki merk dagang dari PT Biofarma, PT Sanofi Grup dan PT Glaxo Smith Kline. Jumlahnya 12 vaksin palsu tersebut ditemukan di sejumlah daerah di Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Mataram, Palu, Subang, Pekanbaru, Bandung dan Denpasar. (willl)

Comments

comments

Baca Juga :  Tol Mojokerto - Jombang Seksi 3 Dibuka Gratis Untuk Jalur Mudik

TIDAK ADA KOMENTAR