BerandaNEWSDua Pemudik Tewas di Mojokerto Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2016

Dua Pemudik Tewas di Mojokerto Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2016

481
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto – Sedikitnya, sudah berlangsung 28 kasus kecelakaan lalu lintas di rute mudik Mojokerto sewaktu Operasi Ramadniya Semeru 2016 berlangsung. Dari 28 kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, mayoritas melibatkan kendaraan roda dua yang mengakibatkan 44 orang pemudik mengalami luka ringan, 1 orang luka berat dan 2 pemudik tewas.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Hudi Arif mengemukakan, di wilayah hukum Polres Mojokerto sejak Operasi Ramadniya dibuka pada 30 Juni 2016 lalu, pihaknya mencatat sudah berlangsung 18 kecelakaan lalu lintas. Dari 18 kecelakaan tersebut, sejumlah 31 orang pemudik mengalami luka ringan, sedangkan 2 orang pemudik lainnya meninggal dunia.

Sementara, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masihlah didominasi pengendara roda dua lantaran kurang berhati – hati dan faktor kelelahan para pemudik. Dua hal itu diduga menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. “Angka kecelakaan lalu lintas pada arus mudik lebaran tahun ini condong turun dibandingkan tahun lalu. Selamat Operasi Ketupat Semeru 2015, di wilayah kita berlangsung 39 kecelakaan yang mengakibatkan 57 pemudik mengalami luka ringan dan 6 orang luka berat. Tren kecelakaan lalu lintas selagi mudik lebaran tahun ini condong turun dibandingkan tahun lalu,” tutur AKP Hudi Arif (12/07/2016).

AKP Hudi Arif meneruskan, kalau angka kecelakaan lalu lintas turun tapi jumlah pelanggaran lalu lintas saat mudik lebaran tahun ini tetap tinggi. Sejak H-5 hingga H+4 lebaran, pihaknya menindak 208 kendaraan. Sementara 100 kendaraan yang lain hanya diberi teguran oleh Pengawas sebab pelanggaran berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Pelanggaran lalu lintas juga didominasi kendaraan roda dua. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Selfi Meidianti memaparkan, angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran 2016 di wilayah hukumnya mencapai 10 kejadian yang mengakibatkan 13 orang pemudik mengalami luka ringan dan 1 orang luka berat.

Baca Juga :  Tak Cukup Hanya Modal Raport dan Nilai UN Untuk Masuk di SMA Negeri Mojokerto

“Lebih banyak berlangsung di jalur By Pass lumayan banyak melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya. Hal yang sama pun disampaikan, apabila perihal penting penyebabnya yakni pemudik sendiri yang kurang hati – hati. Dibanding Polres Mojokerto, di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota lanjut Kasat, angka kecelakaan selama 11 hari arus mudik dan balik lebaran tahun ini nyeris menyamai Operasi Ketupat Semeru 2015.

“Tahun lalu tertulis 11 kali kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 14 orang pemudik mengalami luka ringan. Kejadian kecelakaan lalu lintas banyak berlangsing di pagi hari, saat tak berlangsung kemacetan. Justru saat macet minim kecelakaan,” pungkasnya. (willl)

Comments

comments