NEWS

Larangan mengendarai motor Bagi Siswa, Disdik Mojokerto dan Polisi akan melakukan Razia di Sekolah

KABAR MOJOKERTO | Sepekan menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Subambihanto mempertegas mengenai larangan penggunaan motor bagi siswa. Untuk mengefektifkan aturan bagi penggunaan motor, ia berkoordinasi dengan sekolah untuk sosialisasi tentang pelarangan penggunaan sepeda motor bagi siswa yang belum waktunya mengendarai.
“Larangan tentang penggunaan motor bagi siswa kita jalankan ketat. Sampai saat ini aturan tersebut dilanggar karena begitu lunaknya sikap sekolah. Sekolah kita imbau jangan memfasilitasi parkir bagi siswa yang belum mempunyai SIM C,” katanya, (17/1).

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Kota Mojokerto juga mempertegas larangan bagi siswa yang belum berusia 17 tahun untuk membawa sepeda motor ke sekolah. Pihak sekolah diminta menertibkan dan memberi sanksi tegas bagi siswa yang masih membawa sepeda motor ke sekolah. Bagi semua siswa yang berusia di bawah 17 tahun dilarang membawa sepeda motor ke sekolah. Mereka jelas-jelas tidak memiliki SIM. Kalau tetap membandel, tentunya akan diberi sanksi. Ini tugas sekolah untuk menertibkan para siswanya.

Salah satu akibatnya adalah, pemandangan area parkir darurat di Gang Purwotengah, sebelah timur SMPN 2 Jl A Yani, tampak sekitar ratusan sepeda motor milik siswa, yang diparkir melalui jasa parkir di daerah itu. Pijakannya tentang aturan tersebut yaitu Undang-udang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Setiap orang jika mengemudikan kendaraan di jalan harus memiliki SIM, sesuai dengan kendaraan yang dikendarai itu. Syarat untuk memperoleh SIM yakni dengan berusia 17 tahun untuk SIM A, C dan D. Pembiaran pelanggaran terhadap undang-undang itu sama dengan mengajari anak didik juga melawan aturan-aturan hukum. Setiap anak didik harus kita arahkan yang benar agar mentaati hukum.

15366_13272_07-04-MJO-PELAJAR-DIHUKUM-N

Ia mengharapkan agar setiap sekolah segera memberikan sosialisasi pada semua orang tua siswa dan siswa. Setelah upaya-upaya preventif dilakukan, nantinya dinas akan mengajak aparat kepolisian untuk langsung melakukan pemeriksaan, bahkan hingga razia ke sekolah-sekolah untuk meninjak lanjuti hal tersebut.

Ketua Komisi III DPRD kota Mojokerto Junaedi Malik, mengingatkan Dindik bertindak tegas soal larangan bagi siswa di bawah umur membawa motor ke sekolah. “Harus ada perintah yang tertulis kepada semua sekolah, supaya setiap sekolah memiiki pijakan yang kuat untuk melakukan penertiban,” ujar Junaedi Malik.

Politikus dari partai PKB ini menambahkan juga, bila diperlukan Dindik bisa langsung berkoordinasi dengan polisi lalu lintas sebagai upaya penertiban. alasannya adalah jika siswa yang belum memiliki SIM membawa sepeda motor jelas hal tersebut melanggar UU lalu lintas. Dan itu tentunya menjadi kewenangan polisi untuk menindaknya, ujar anggota DPRD dua periode menjabat ini.

Comments

comments

Tags

Related Articles