Merajalelanya Budaya Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa

Merajalelanya Budaya Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa

262
0
BAGIKAN
Ilustrasi

Kabar Mojokerto – Kegiatan tulis menulis merupakan kegiatan yang pasti dilakukan oleh semua lapisan masyarakat terutama di kalangan akademik. Menulis merupakan suatu hal yang sederhana tetapi dirasa sulit bagi kalangan mahasiswa kekinian  dengan minimnya kegiatan literasi membaca. Kemampuan menulis merupakan kewajiban yang harus dijalani setiap mahasiswa. Pemikiran yang matang serta ide kreatif dan inovatif harus dimiliki mahasiswa dalam menyelasikan tugas yang diberikan dosen seperti makalah, karya tulis ilmiah dan skripsi. Di era modern dan canggih ini, untuk menemukan ide atau gagasan yang diperlukan sangatlah mudah, dengan kemajuan teknologi dan mudahnya akses internet, mahasiswa mudah dan cepat dalam mencari berbagai sumber informasi yang diperlukan sebagai referensi mereka. Kemajuan internet yang semkain pesat membawa dampak negatif bagi mahasiswa yaitu dapat menghambat ide kreatif dan inovatif proses penulisan mereka. Hal ini dapat dapat diketahui dengan malasnya mahasiswa membaca dan menjadikan mereka selalu mengandalkan internet. Kegiatan yang dilakukan dengan cara copy-paste suatu tulisan atau karya dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.

Dewasa ini, kegiatan plagiarisme semakin merajalela, kegiatan plagiarisme merupakan kegiatan yang marak terjadi dalam dunia akademik. Sebagai akademisi, budaya plagiarisme sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari bagi kalangan mahasiswa sekarang ini. Plagiarisme dimanfaatkan oleh kalangan mahasiswa dengan cara copy-paste suatu tulisan atau karya sehingga menjadi suatu budaya dan semakin merajalela. Selain itu, Plagiarisme tak hanya berawal dari tindakan copy-paste makalah atau karya, tindakan curang dan tidak jujur lain seperti menyontek pun juga bisa menjadi cikal bakal plagiarisme. Moral mahasiswa akan luntur karena dengan melakukan plagiarisme, pemikiran dan ide kreatif mereka tidak dapat berkembang dengan maksimal, karena mahasiswa cenderung mencari kemudahan dengan cara palgiarisme. Jika hal ini terus dilakukan, sebagai generasi penerus bangsa, akan menjadi faktor rusaknya karakter bangsa ini dimasa yang akan datang.

Baca Juga :  100 Calon Jamaah Haji di Mojokerto Terancam Gagal Berangkat Sesuai Jadwal

Fakta plagiarisme yang terjadi saat ini di kalangan mahasiswa adalah tentang penyusunan skripsi. Skripsi adalah bagian penting bagi kehidupan mahasiswa. Melalui skripsi berarti mahasiswa ikut berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara melakukan penelitian. Namun yang terjadi, tidak sedikit mahasiswa yang melakukan plagiarisme atau dilakukan dengan tidak jujur karena memang ketika mengerjakan skripsi harus dilakukan dengan cara mandiri dan sudah ada ketentuan peraturannya. Oleh sebab itu, hal ini yang membuat mahasiswa malas dan akhirnya melakukan tindakan plagiarisme dengan mengandalkan internet maupun melalui orang lain (joki skripsi). Sehingga hal tersebut menjadikan plagiarisme menjadi semakin merajalela dan bisa merusak karakter bangsa ini.

Permendiknas telah mengatur peraturan plagiarisme ini, yang berbunyi “Plagiat itu sendiri merupakan perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagain atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah orang lain, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai” (Permendiknas No 17 tahun 2010, Pasal 1 Ayat 1). Dengan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut, tidak memadamkan justru semakin merajalelanya budaya plagiarisme di kalangan mahasiswa. Mereka beranggapan kegiatan ini dilakukan dengan tepat dan cepat dengan memperoleh hasil yang instan. Permasalahan budaya plagiarisme di kalangan mahasiswa dapat terjadi karena berbagai penyebab. Penyebab yang pertama adalah mahasiswa dimanjakannya dengan fasilitas teknologi (internet) yang semakin cepat dan mudah sehingga menjadikan mahasiswa malas membaca dan menghambat berpikir kreatif dan inovatif. Selajutnya penyebab yang kedua adalah minimnya pengetahuan mahasiswa tentang tata cara penulisan yang baik benar sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia. Pihak Universitas seharusnya gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya tata acara penulisan yang baik dan benar. Selanjutnya penyebab yang ketiga adalah banyaknya tugas yang menumpuk dan memiliki batas pengumpulan tugas yang bersama. Hal ini juga menjadi salah sastu faktor mahasiswa untuk melakukan budaya plagiarisme. Hal ini menjadikan mahasiswa mudahnya menyalahgunakan teknologi (internet) dan masih minimnya ketegasan pada pihak si plagiat.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Warga Dusun Kraton Trowulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahawa telah terjadi fakta di kalangan mahasiswa khsusnya dalam penyusunan skripsi. Pelbagai penyebab dalam budaya plagiarisme di kalangan mahasiswa hingga menjadi rajalela. Sebagai mahasiswa yang terpelajar dan penerus generasi bangsa Indonesia, dengan adanya hal ini solusi yang dapat dilakukan adalah kita harus bisa mengatasi dengan cara memperbaiki moral diri kita bahwa perbuatan plagiarisme adalah perbuatan yang tidak baik dan kesadaran untuk mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Instropeksi diri adalah hal yang sangat penting. Plagiarisme hanya akan menjadikan pembobrokan bagi generasi penerus bangsa dan akan menghambat pemikiran kreativitas dan inovasi. Selain itu, menjadikan rusaknya karakter bangsa ini. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai penerus bangsa, harus berupaya menghilangkan budaya plagiarisme dalam pelbagai penulisan dan karya supaya bangsa menjadi bangsa lebih bersih dan menjunjung tinggi budaya kejujuran.

  • Penulis : Triya Kusuma Robianto
  • Editor : Affan Bahrudin

Incoming search terms:

  • budaya plagiasi di kalangan mahasiswa

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR