BerandaKOLOMOPINIPemahaman ‘mistisme’ kehidupan Masyarakat Jawa

Pemahaman ‘mistisme’ kehidupan Masyarakat Jawa

585
0
BAGIKAN

Penghayatan, pemaknaan maupun penalaran teologi masyarakat jawa khususnya yang masih kental.Di dunia yang serba modern, pemahaman atau kehidupan sebagaimana paham Pantheis Monis Mistik Jawa masih tergambar dalam kehidupan sehari-hari.

Sesajian ‘sesajen’ makna dari persembahan ‘slametan’ akan syukur kepada Tuhan atau Sang Maha Gaib, yang dikonsepsikan sebagai ‘Sangkan Paraning Dumadi’. Dalam hal ini upacara ‘slametan khitan’ masyarakat jawa sesungguhnya sedang berusaha didekatkan dengan tindakan empiris ritual-ritual slametan.

Hadist Rasulullah S.A.W bersabda : kesucian fitrah ada 5 (khitan salah satunya).
Simbolisme akan :
‘Jenang putih’ sebagai bentuk kesucian.
‘Jenang abang’ makna akan dipotongnya atau harus tunduk dan rela akan hal tersebut.
‘Tumpeng’ bentuk sebagai transendensi dari harapan dan penyatuan serta kepasrahan  atas kehendak akan tekad langit ilahiah.
‘Daun Kluwih’ senantiasa tidak berlebihan (kebablasen).
‘Kara’ tidak klara-klara atau tidak sakit.
‘Dhadap Srep’ agar senantiasa Asrep atau dingin.
‘Alang-alang’ agar tidak menemuin alangan atau cobaan.
Dan juga
‘Gedhang ayu’ makna akan pisang sebagai kemaluan yang di khitan.

Penulis : Faris Azhar Rasyid
Editor : Fan

Comments

comments

Baca Juga :  Ribuan Warga Saksiskan Karnaval dan Pawai Pembangunan Kota Mojokerto 2016