DESA MOJOKERTO

PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

Kabar Mojokerto | Banyak permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah kota selain banjir dan pedagang kaki lima yaitu masalah sampah. Sampah perkotaan salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius. sampah perkotaan dari tahun ke tahun terus mengalai peningkatan seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk. Pertambahan jumlah penduduk di perkotaan yang cukup pesat berdampak juga terhadap peningkatan jumlah sampah yang di hasilkannya. Peningkatan jumlah sampah tidak diikuti oleh perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dan tentunya mengakibatkan permasalahan sampah menjadi komplek, antara lain permasalahannya yaitu sampah yang tidak terangkut dan terjadi pembuangan sampah liar, sehingga tentunya dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, bau tidak sedap, mengurangi daya tampung sungai dan lain-lain sebagainya.

Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 pasal 28 disebutkan bahwa masyarakat juga dapat berperan dalam pengelolaan sampah yang tentunya diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Masalah sampah mutlak harus ditangani bersama-sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat sendiri. Oleh karena itu juga dibutuhkan kesadaran dan komitmen bersama menuju perubahan sikap, perilaku dan etika yang berbudaya lingkungan.

IMG_9689

Pengelolaan sampah dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir diantaranya yaitu melalui kegiatan pemanfaatan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan (pengomposan) dan juga kegiatan penggunaan kembali sampah secara langsung, baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi yang lain. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) telah memberikan bantuan kepada para masyarakat berupa alat komposter dan memberikan pendampingan yaitu dengan harapan agar semua masyarakat dapat berperan aktif serta dalam pengelolaan sampah. Dari 18 kelurahan yang ada di kota Mojokerto, DKP juga telah memberikan pendampingan kepada masyarakat di lingkungan Kelurahan Pulorejo Keamatan Prajuritkulon untuk pengolahan sampah rumah tangga (sampah basah) dan sampah kering.

IMG_0007

Sebagai wujud dari peran aktif serta masyarakat dalam pengelolaan sampah tersebut dilakukan melalui pembentukan Bank Sampah. Bank Sampah ialah sebuah konsep pengumpulan sampah kering, seperti koran, majalah, kaleng, dan sampah plastik yang sudah terkoordinasi dan memiliki jaringan kerja antara kelompok masyarakat dengan para pelapak sampah di area tertentu. Tujuannya ialah terselenggaranya pengelolaan sampah dengan system sebuah bank sampah sesuai dengan standar minimal. Adapun juga sasaran dari pembentukan bank sampah ini adalah para penabung sampah, pengelola bank sampah, pembeli sampah/pengepul, swasta, dan instansi pemerintah yang terkait pengelolaan sampah dengan bank sampah. Sedangkan untuk pendukung dari bank sampah adalah ibu-ibu PKK, karang taruna, dan lain-lain sebagainya. Model pemberdayaan masyarakat seperti ini merupakan salah satu upaya meningkatkan daya atau kekuatan dari dalam yang diperkuat atau didukung unsur-unsur penguat dari luar. Konsep tentang pemberdayaan masyarakat pada hakekatnya juga merupakan upaya pengembangan masyarakat untuk menumbuhkan juga serta untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membantu mengatasi permasalahan sampah ataupun mengembangkan potensi unggulan yang berada di masyarakat yang didorong oleh faktor lingkungan dan unsur-unsur dari luar.

Comments

comments

Tags