BerandaKABARKOTA MOJOKERTOProgram andalan walikota mojokerto pada bidang pendidikan dan pembangunan moral

Program andalan walikota mojokerto pada bidang pendidikan dan pembangunan moral

608
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto | Walikota mojokerto Mas’ud juga memiliki program andalan lainnya pada bidang pendidikan dan pembangunan moral. Kota Mojokerto termasuk juga daerah cukup berhasil di sektor pendidikannya. Dalam tiga tahun terakhir ini, tingkat kelulusan ujian nasional (unas) pada jenjang SD, SMP, dan SMA adalah 100 persen.

Salah satu kiatnya merupakan menerapkan jam belajar bagi setiap siswa di Kota Mojokerto. Jam belajar berlaku pada pukul 18.00–19.00. Pada saat itu, semua televisi dan radio di kota Mojokerto harus segera dimatikan. Anak-anak juga tidak boleh untuk keluyuran atau bermain pada jam belajar tersebut.

Untuk memastikan jam belajar dipatuhi oleh semua siswa dan orang tua, mantan kepala SMP Islam Brawijaya itu juga membentuk satgas di tiap-tiap RT. Satgas inilah yang melakukan sweeping ke perkampungan di kota mojokerto. Kegiatan satgas tersebut dipantau pokja yang dibentuk oleh pemkot.

walikota-mojokerto-sidak-un-smp-MjAxNS0wNS0xOCAxMTo1ODo0NA==

Mas’ud juga menerbitkan peraturan walikota atau Perwali Nomor 23 Tahun 2011 tentang Kecakapan Dasar Keagamaan (KDK). Anak-anak kelas VI SD/MI wajib memiliki sertifikat KDK. Sertifikat tersebut juga bisa menjadi tiket agar bisa mengikuti ujian nasional maupun ujian akhir di sekolah. Siswa muslim,contohnya, harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh TPQ. Hanya TPQ yang sudah distandardisasi dan terdaftar oleh Kementerian Agama Mojokerto yang bisa menerbitkan sertifikat KDK itu. Dan, tentunya siswa tersebut harus sudah khatam Alquran.

731486e1510821fd24a088cd71947039

Di saat sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur mendapatkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah, Kota Mojokerto malah terbebas dari demam berdarah. Mas’ud menyebut bahwa Kota Mojokerto bebas akan demam berdarah tanpa fogging. Pemerintah kota Mojokerto membentuk kader motivator kesehatan yang berjumlah sekitar 1.600 orang. Mereka setiap hari, pada pukul 07.00–09.00, bertugas untuk memantau jentik nyamuk dan sanitasi di rumah-rumah warga. Hasil pantauannya tersebut dilaporkan kepada puskesmas, kemudian akan diteruskan ke dinas kesehatan. ’’seandainya ada warga yang rumahnya kurang bersih dan rawan dijadikan sarang nyamuk, langsung ada tindak lanjut menangani hal tersebut,’’ ujar ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Mojokerto.

Baca Juga :  Program Wali Kota Seragam Sekolah Gratis Molor

Setiap hari Jumat, Mas’ud menjadikannya sebagai Jumat berseri. Warga selama 60 menit melakukan gerakan-gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kepemimpinan Mas’ud telah membawa banyak kemajuan di kota Mojokerto. Dari sisi APBD, terjadi peningkatan yang dulu hanya sekitar Rp 200 miliar–Rp 300 miliar kini menjadi Rp 800 miilar. PAD-nya menjadi Rp 98 miliar dengan pertumbuhan ekonominya sekitar 6,9 persen.

Comments

comments