Save penanggungan save our culture

Save penanggungan save our culture

968
0
BAGIKAN

kabar Mojokerto | Gunung penanggungan adalah satu gunung yang berada di Propinsi Jawa Timur, tepatnya terletak di perbatasan kabupaten Pasuruan dan kabupaten Mojokerto. Gunung yang mempunyai ketinggian 1,653 mdpl memiliki keindahan alam dengan pesonanya dan keunikan sehingga banyak sekali penggemar olah raga yang mendaki gunung di wilayah Jawa Timur ini menjadikannya sebagai salah satu tujuan pendakian. Meskipun gunung Penanggungan ini hanya memiliki ketinggian 1.653 mdpl tidak mudah menggapai puncak gunung penanggungan. Jalur pendakian yang begitu terjal dan sulitnya sumber air akan membuat tantangan tersendiri bagi para pendaki yang mengunjungi gunung penanggungan ini harus berusaha lebih ekstra keras untuk menggapai puncak gunung. Namun yang menjadikan gunung Penanggungan ini sebagai salah satu tujuan pendakian bukan hanya tentang keindahan dari puncaknya, gunung penanggungan juga mempunyai keunikan tersendiri dari gunung yang lain yang mungkin tidak akan didapatkan dari gunung lainnya, yaitu dengan banyaknya peninggalan-peninggalan yang bersejarah dan tersebar hampir diseluruh badan gunung. Peninggalan-peninggalan yang bersejarah ini berupa candi, pertapaan, dan petirtaan, yang mengisyaratkan tentang gunung Penanggungan dahulu adalah sebagai tempat pemujaan atau peribadatan pada zaman kerajaan Majapahit.

penanggungan3 copy

Sekitar pada tahun 1920 di lereng barat gunung Penanggungan terjadi sebuah kebakaran, hal tersebutlah yang mengawali berbagai macam penemuan situs arkeologi dan ratusan artefak di gunung Penanggungan tersebut. Kemudian di tahun 1925 WF Stuterheim melakukan penelitian kembali di Penanggungan dan menyimpulkan bahwa hasil penelitiannya, keberadaan gunung Penanggungan mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Jawa kuno, yaitu sebagai sebuah tempat yang suci untuk pemujaan terhadap dewa dan arwah para leluhur, hal ini dikarenakan terdapat banyaknya penemuan bangunan suci seperti punden berundak, goa pertapaan dan altar persajian.

Baca Juga :  Destinasi Liburan Akhir Tahun Ke Mojokerto

maxresdefault

Pada tahun 1951 gunung Penanggungan kembali lagi diteliti oleh seorang peneliti arkeolog dari negara Belanda bernama VR Van Romondt, dalam penelitiannya tersebut Van Romondt telah berhasil mencatat hampir 81 situs arkeolog di lereng Penanggungan. Namun peninggalan bersejarah tersebut sudah banyak yang rusak, karena beberapa factor seperti kurangnya perawatan dan akibat bencana alam seperti longsor, badai dan lain-lain. Pada masa awal zaman orde baru peninggalan bersejarah ini banyak yang hilang, di karenakan di curi sehingga semakin berkurang jumlahnya dari semula. Pemerintah melalui DITLINBINJARAH kemudian melakukan kembali inventarisasi ulang sekitar pada tahun 1991, dan tercatat sudah hanya 51 situs sejarah yang berhasil diketemukan kembali. Jumlah situs peninggalan terus berkurang, hal tersebut bisa jadi karena kurangnya perawatan dan adanya penjarahan situs bersejarah yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, pada tahun 2010 situs peninggalan bersejarah yang ada di gunung Penanggungan jumlahnya berkurang hingga menjadi 42 situs.

penanggungan-via-jolotundo-5

penanggungan-via-jolotundo-10

Gunung Penanggungan merupakan sebuah saksi bisu kejayaan masa lampau, sehingga semua situs yang berada hampir di semua badan gunung harus kita jaga kelestariannya bersama. Supaya kita semua mengetahui dan memahami arti betapa penting sejarah dan kebudayaan pada masa lampau, jangan sampai ada lagi pencurian situs atau peninggalan bersejarah lainnya yang begitu penting. Marilah kita secara bersama-sama melestarikan dan menjaga apa yang telah menjadi bagian sejarah dan budaya kita bersama pada masa lampau, bukan hanya demi kita, akan tetapi demi anak cucu kita dan generasi selanjutnya, agar mereka juga bangga menjadi bagian nusantara yang tercinta, Save Penanggungan Save our culture.

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR