BerandaGAYA HIDUPWISATAPesona Trowulan

Pesona Trowulan

818
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto | Trowulan adalah sebuah kecamatan dari beberapa kecamatan yang lainnya yang ada di kabupaten Mojokerto. Trowulan merupakan bisa dikatakan bekas ibu kota kerajaan Majapahit yang mempersatukan nusantara. Di tempat trowulan ini juga dulu Raja Hayam wuruk dan Mahapatih Gajah mada memerintah kerajaan Majapahit yang sempat jaya di masanya dulu. di tempat ini juga dahulu Gajah mada bersumpah Amukti palapa. Sumpah yang legendaris yang mengantarkan kerajaan Majapahit menjadi penguasa di wilayah Nusantara.

Trowulan.8

Trowulan terletak di pinggir jalur utama Surabaya – Jogja, tepatnya terletak diantara Mojokerto – Jombang. Dari Mojokero berjarak sekitar 12 kilometer, dari Jombang 20 kilometer, dan dari Surabaya sekitar 65 kilometer.

peta trowulan site

Saatnya anda para pembaca perlu membangkitkan daya imajinasi tentang peradaban dari sebuah kerajaan yang terbesar di Indonesia lebih dari 700 tahun yang lalu. Perlu diketahui kerajaan Majapahit Berjaya dari masa abad XIII – XV Masehi. Berlokasi di kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sebagai tempat dimana secara langsung kita bisa mengetahui secara nyata kebesaran kerajaan Majapahit dan tidak hanya lagi berimajinasi bahwa kita mengetahui kerajaan majapahit dari buku sejarah atau pelajaran saat di sekolah. Trowulan adalah wilayah yang satu-satunya situs kota di Indonesia yang luasnya bisa mencapai 11 x 9 km 99 km² dan menyimpan ratusan ribu peninggalan – peninggalan arkeologis, baik yang sudah ditemukan maupun yang masih terkubur atau belum ditemukan.

Situs Trowulan sendiri pertama kali muncul dalam literatur berjudul “History of Java I” yang ditulis oleh penulis Sir Stamford Raffles tahun 1817. Raffles pernah mengatakan bahwa nama Trowulan sendiri berasal dari Trang Wulan atau Terang Bulan. Saat ditemukan seluruh situs – situs yang ada di trowulan tertutup hutan jati yang cukup lebat, sehingga dia tidak terlihat sebagai sebuah kota klasik yang sangat bersejarah tentunya.

Baca Juga :  Oleh-oleh khas kawasan wisata pacet

pendopo-agung-trowulan-mojokerto-jawa-timur

Situs kota kota klasik Trowulan yang bersejarah dibagi beberapa segmen yang memperlihatkan perannya dimasa lalu. Dibangun dengan pola ruang kanal air diduga ada hubungannya dengan konsep mandala yang digunakan sebagai acuan dan dasar pembagian kosmologis kota ini. Kolam Segaran membuktikan hal tersebut tak ubahnya bagai telaga di tengah kota. Berdasarkan sketsa rekonstruksi Kota Majapahit dan foto udara memperlihatkan kota lama ini memiliki sistem kanal pengairan untuk drainase dan pasokan air yang dibuat dalam garis lurus memanjang barat laut-tenggara dan timur laut-barat daya.

Trowulan saat ini sedikit demi sedikit telah berubah menjadi kawasan hunian yang relatif padat mungkin bisa di karena dengan pertumbuhan jaman yang mulai berkembang. Di tengah pemukiman penduduk daerah trowulan serta di ladang dan sawah – sawah milik warga masyarakat banyak kita dapati situs-situs purbakala peninggalan Mojopahit yang masih terpendam didalamnya.

Diantaranya situs – situs peninggalan kerajaan Majapahit yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat umum diantaranya Candi Brahu, Candi Gentong, Candi Wringin Lawang, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Situs Kedaton/ Candi Sumur Upas, Siti Hinggil, Kolam Segaran, Alun-alun Umpak Sentonorejo, Situs Pendopo Agung, Makam Troloyo, Makam Putri Cempo, Kubur Panjang, Musium Trowulan, Situs Lantai Segi Enam dan Rumah Hunian.

DSCF4045

img_8062-1-8-sec-at-f-13-iso-100-12-24mm-canon-eos-6d

maxresdefault

museum_trowulan_mojokertothumb2

patung-buddha-tidur-trowulan

patung-budha-trowulan-2

trowulan2

Selain situs-situs purbakala peninggalan kerajaan Majapahit tersebut di kawasan Trowulan juga ada beberapa obyek lain yang menarik dikunjungi para pecinta sejarah atau para wisatawan, antara lain Desa Wisata Bejijong, Patung Budha Terbesar di Indonesia yang berletak di Mahavihara Mojopahit, Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), dan pemukiman rumah masyarakat trowulan yang sekarang dikonsep seperti pemukiman rumah di masa kerajaan Majapahit.

Baca Juga :  Nyatakan Cintamu di Lembah Cinta

Comments

comments