BerandaGAYA HIDUPWISATAWarisan budaya petirtaan jolotundo dan candi belahan

Warisan budaya petirtaan jolotundo dan candi belahan

1054
0
BAGIKAN

Kabar Mojokerto | Indonesia kaya akan segala khasanah budaya dan juga peninggalan peradaban masa lampau yang pasti mempunyai nilai artistik yang sangat tinggi, salah satunya ialah Pertirtaan Jolotundo merupakan pemandian atau kolam yang di bangun pada masa kerajaan Majapahit. Petirtaan Jolotundo berada di desa Seloliman, kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Lebih tepatnya terletak di area Gunung Penanggungan. Menurut dalam sejarah Petirtaan ini dibangun Raja Bali Udhayana yang diceritakan dulu menikah dengan putri dari Jawa yakni Putri Guna Priya Dharma. Petirtaan Jolotundo memiliki ukuran panjang 16,85 M, lebar 13,52 M dan kedalaman sekitar 5,20 M dan dibangun dengan material dari batu andesit. Dari perkawinan antara Raja Udhayana dan Putri Guna Priya Dharma pada tahun 991 M lahir Airlangga. Sebagai tanda cintanya dan menyambut kelahiran Airlangga itulah maka dibangunlah Petirtaan Jolotundo oleh Raja Udhayana, pembangunan Petirtaan ini pada tahun 997 M, seperti yang tertera pada dinding kolam Petirtaan Jolotundo.

1

Keunikan lain tentang Petirtaan Jolotundo ialah debit airnya tidak pernah surut meskipun musim kemarau panjang sekalipun, disamping itu air yang terdapat di dalam kolam Petirtaan Jolotundo memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi, sehingga air Petirtaan Jolotundo dalam kolam tersebut dinyatakan sebagai air yang terbaik di dunia setelah air Zam-zam di Mekah. Sebagai salah satu warisan budaya, Petirtaan Jolotundo ini sangat ramai dikunjungi baik dari pengunjung masyarakat Mojokerto sendiri maupun dari kota lain. Terutama pada saat tertentu seperti pada saat bulan Purnama dan pada bulan Suro dalam penanggalan bulan Jawa pasti akan ramai di Petirtaan Jolotundo.

111

11111

Di sisi lain tepatnya sebelah timur Gunung Penanggungan, terdapat satu pemandian lagi atau Petirtaan peninggalan yang bersejarah pada abad 11 yaitu masa pemerintahan Raja Airlangga. Petirtaan ini dinamakan Petirtaan Belahan atau yang lebih dikenal dengan candi Belahan, Petirtaan Belahan atau candi Belahan berada di Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol. Candi Belahan atau Petirtaan Belahan selain sebagai tempat pertapaan Prabu Airlangga difungsikan juga sebagai pemandian para selir Prabu Airlangga. Sehingga disitu dibangunlah dua patung Permaisuri Prabu Airlangga yaitu Dewi Laksmi dan Dewi Sri sebagai bentuk pengabdian terhadap Prabu Airlangga. Dari kedua Patung tersebut mengalir air yang berasal dari bentuk payudara kedua Permaisuri Prabu Airlangga ini, sehingga sering sekali Petirtaan ini disebut sebagai Sumber Tetek (Tetek : Payudara, Jawa).

Baca Juga :  Kebun strawberry pacet

11

Comments

comments