Yakin masih buang sampah sembarangan?

Yakin masih buang sampah sembarangan?

681
0
BAGIKAN
4 tong sampah dengan jenis sampah yang berbeda di area depan Stadion Gajah Mada, Mojosari. Foto : Affan BF/KabarMojokerto.com

Mojokerto, Kabar Mojokerto – Sampah bisa disimpulkan pengertian yakni sesuatu yang telah di buang dan mungkin sudah tidak bisa lagi untuk dimanfaatkan kembali serta tidak memiliki nilai, akan tetapi tidak semua sampah berakhir di TPA atau Tempat Pembuangan Akhir yang nanti akan di urai oleh pengurai melainkan sampah juga bisa dimanfaatkan kembali jika ditangani oleh tangan-tangan yang kreatif dan sadar akan lingkungan.

Kembali lagi ke persoalan sampah, Mungkin hal tersebut memang sudah sering didengar dan cenderung bosan lagi mendengar sampah, seperti halnya “Buanglah sampah pada tempatnya.” Hampir di setiap sudut-sudut sekolah maupun tempat umum banyak kita jumpai tulisan tersebut, lalu apa kita sudah melakukannya? (silahkan tanya diri anda).

Bicara sampah di Mojokerto

Masyarakat Mojokerto memang masih mengacuhkan untuk membuang sampah pada tempatnya karena kembali lagi setiap orang apakah ia mau menjaga lingkungan bersih atau tidak. Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang langsung ditangani oleh Dinas PU cipta karya dan tata ruang saat ini gencar menanta ruang Kabupaten Mojokerto lebih baik salah satunya adalah penanganan persoalan sampah. Dalam pantauan Tim Kabar Mojokerto saat berada di stadion Gor Gajah Mada, Mojosari mendapati ada 4 Tong sampah dengan golongan warna yang berbeda. Sepertinya Tong sampah itu masih baru karna dari bentuk dan warnanya masih kelihatan bagus dan Tim juga baru menjumpai.

Ada 4 Tong sampah yang di golongkan berdasarkan warna dan jenis nya oleh Dinas PU cipta karya dan tata ruang Kabupaten Mojokerto:

  1. Warna Biru yang di golongkan ke dalam sampah kertas.

Sampah kertas yaitu sampah yang berbahan dari kertas seperti koran, buku, kardus.  Sampah in idapat diolah menjadi kerajinan-kerajinan yang menarik.

  1. Warna Hijau yang di golongkan sampah organik
Baca Juga :  Mahasiswa? Atau Mahasiswa!

Sampah Organik yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut bisa menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman dan tanah.

  1. Warna kuning yang di golongkan sampah non organik

sampah non organic yaitu sampah yang berasal dari sisa manusia yang sulit untuk di urai oleh bakteri, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama (hinga ratusan tahun) untuk dapat di uraikan. Biasanya berasal dari sampah industri.

Contohnya : Plastik, botol minuman mineral, besi, kaca, Kain atau baju, kaleng, ban bekas, pulpen, spidol, jam tangan, dan lain-lain.

  1. Warna merah yang di golongkan sampah B3

Sampah B3  yakni Bahan Berbahaya dan Beracun adalah setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup dan atau membahayakan kesehatan manusia.

Dalam menyikapi sampah khususnya untuk masyarakat Mojokerto, kita tidak hanya sebagai warga tapi juga konsumen perlu memiliki peran yang baik. Usahakan memilih produk ramah lingkungan dan meminimalisir sampah yang sulit di urai oleh pengurai. Setiap warga harus sadar akan dampaknya jika lingkungan bersih maupun lingkungan yang kotor akibat sampah, belajar untuk apa yang kita konsumsi untuk membuang sampahnya pada tempatnya. (fan/fan)

Penulis : Affan Bakhrudin

Incoming search terms:

  • tempat pembuangan sampah kabupaten mojokerto

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR